Bismillah

Terima dengan lapang hati, ridho dengan episode yang harus dijalani, berbaiksangkalah kepada Allah niscaya akan lega hati ini (AaGym)

Jumat, 06 Januari 2012

RAHASIA KEMATIAN, ALAM AKHIRAT, & KIAMAT Bab 289 tentang kepada siapa Kiamat itu akan Terjadi ?

Muslim meriwayatkan bahwa Abdurrahman bin Syumamah al-Mahdi berkata "Saya pernah berada bersama dengan Maslamah bin Mukhallad dan pada saat itu juga ada Abdullah bin Amar ibnul-Ash, lalu Abdullah berkata, 'Tidak akan terjadi kiamat kecuali terhadap orang-orang yang paling jahat dan mereka lebih jahat dari bangsa jahiliyah, mereka tidak menyembah Allah dengan suatu perantaraan kecuali Allah telah menolaknya. ;Tidak lama kemudian datanglah Uqban ibn 'Amir yang kemudian disapa oleh Ibnu Syumasah, 'Wahai Uqbah! Dengarkanlah apa yang dikatakan oleh Abdullah!' Lalu, Uqbah menjawab, 'Dia lebih tahu (dari saya), dan saya pun telah mendengar Rasululah bersabda, 'Akan ada sekelompok orang dari umatku yang senantiasa berperang karena Allah dan mereka menerjang musuh-musuhnya tanpa ditimpa kemudharatan dari orang-orang yang memusuhinya. Sehingga, kiamat mendatangi mereka ketika mereka tetap dalam keadaan seperti itu." Abdullah berkata, 'Betul. Kemudian Allah mengutus angin yang aromanya seharum misik, sentuhannya selembut sutra, yang akan mencabut setiap nyawa orang-orang yang masih terdapat didalam hatinya keimanan sekecil biji. Sehingga, tidak tersisa lagi kecuali manusia-manusia yang jahat pada mereka itulah kiamat terjadi."'
        Diriwayatkan oleh Muslim dari Abdullah bin Mas'ud bahwa ia berkata, "Kiamat tidak akan terjadi kecuali atas orang-orang yang jahat, orang yang tidak mengenal kebajikan dan tidak mengingkari yang mungkar, dan yang melakukan persetubuhan seperti keledai (bersetubuh di depan umum tanpa rasa malu)."
Muslim meriwayatkan dari Aisyah bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda' "Perputaran malam dan pergantian hari tidak akan berakhir hingga berhala Lata dan Uzza kembali disembah." Aisyah bertanya, "Wahai Rasulullah ketika Allah menurunkan ayat 33 surah at-Taubah, 'Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya.', saya kira hal tersebut berlaku umum. "Beliau bersabda, "Sesungguhnya hal tersebut akan terjadi sesuai kehendak Allah. Kemudian Allah mengirim angin yang wangi, lalu wafatlah orang yang masih ada iman di dalam hatinya meskipun sekecil biji. Lalu, yang tersisa adalah orang yang tidak memiliki kebaikan sedikit pun. kemudian mereka akan kembali pada agama nenek moyang mereka."
       (Pasal). Abu Hasan bin Baththal menyebutkan dalam syarahnya terhadap Syahih Bukhari tentang hadist yang diriwayatkan Bukhari dari Abu Hurairah bahwa ia pernahmendengar Rasulullah bersabda, "Tidak akan terjadi hari kiamat hingga para wanita kaum Daus menari-nari di atas Dzul Khilshah."
Abul Hasan berkata, "Hadist-hadist dalam masalah ini mempunyai arti yang khusus. Dan, yang dimaksud bkan berarti semua ajaran agama musnah di berbagai tempat hingga tidak tertinggal sedikitpun. Karena, ada riwayat dari Rasulullah, 'Sesungguhnya Islam itu akan kekal hinggakiamat tetapi ia akan lemah dan kembali asing sebagaimana awalnya.'"
      Abu Daud dan Hamad bin Salamah meriwayatkan dari Qatadah, dari Mutharrif, dari Imran bin Hushain bahwa Rasulullah bersabda "Akan ada sekelompok orang dari umatku yang senantiasa berperang demi kebenaran sampai orang yang terakhir dari mereka memerangi Almasikh Dajjal." 
Mutharrif berkomentar, "Mereka adalah penduduk Syiria."
      Menurut saya, apa yang dikatakan Abu Hasan bahwa ajaran agama tidak terputus dan Islam akan kekal hingga hari kiamat, ditentang oleh hadist yang diriwayatkan oelh Aisyah dan Abdullah bin Amr. Dan, yang disebutkan dari hadist imaran bin Hushain telah disinggung terdahulu bahwa Isa akan membunuh Dajjal, akan keluar Ya'juj dan Ma'juj lalu mereka mati, Isa dan agama Islam tetap ada, tidak ada yang disembah di muka bumi selain Allah, sebagaimana yang tela disebutkan sebelumnya. Ia lalu menunaikan ibadah haji bersama Ashabul Kahfi, sebagaimana disebutkan oleh ahli tafsir. Sebelum ada yang mengatakan bahwa mereka adalah al-Hawariyun (para pengikut setia Isa), saat Isa turun ke bumi.
      Saat Isa wafat, Allah akan mengirim angin dingin dari arah Syiria, yang lewat di ketiak mereka. lalu, mencabut nyawa setiap mukmin dan muslim. Sehingga, yang tersisa adalah orang-orang jahat yang melakukan persetubuhan seperti keledai (bersetubuh di depan umum tanpa rasa malu). Maka, pada masa mereka itulah kiamat terjadi. Demikian disebutkan dalam hadist an-Nuwaas bin Sam'aan ath-Thawil.
     Dalam hadist Abdullah bin Amr deisebutkan, "Kemudian Allah mengirimk angin dingin dari Syiria. Tidak ada seorangpun yang masih memiliki iman ataupun kebajikan walaupun seberat biji zarrah sekalipun melainkan akan dicabut nyawanya. Seandainya ada orang yang bersembunyi di dalam perut gunung, pasti angin itu akan mencarinya lalu mencabut nyawanya." Abdullah berkata, "Saya mendengar dari Rasulullah."
Dalam penyebutan tiupan sangkala dan hari kebangkitan, merupakan penjelasan yang kuat tentang cara berakhirnya kehidupan dan waktu. Tidak akan terjadi kiamat selama masih ada orang yang mengenal Allah, ataupun melafazakan kata, "Allah, Allah."
      Abu Nu'aim menyebutka riwayat yang berasal dari Abuz Zuhrayah, dari Ka'ab al-Ahbaar bahwa ia berkata, "Manusia masih kan hidup setelah keluarnya Ya'juj dan Ma'juj dalam ketentraman dan berkecukupan selama sepuluh tahun. Sampai-sampai akan ada dua orang yang merasa cukup hanya dengan sebutir delima., atau ada yang merasa cukup dengan setandan anggur. Mereka bertahan selama sepuluh tahun. Lalu, Allah mengirimkan angin beraroma sangat harum. Tidak ada satu pun orang beriman yang diterpanya melainkan akan meninggal. Yang tersisa selanjutnya adalah orang-orang jahat yang melakukan persetubuhan seperti keledai (bersetubuh di depan umum tanpa rasa malu). Maka, pada saat keadaan mereka seperti itu, datanglah keputusan Allah dan kiamat pun terjadi."
Kita mohon kepada Allah Yang Mahaagung, Rabb pemilik 'Arasy yang mulia, untuk mewafatkan kita dalam keadaan Islam, dan mempertemukan kita denga para syuhada dan orang-orang shaleh. Semoga Dia menjadikan kita golongan hamba-hamba-Nya yang muttaqien dan mendapatkan kemenangan, dan menjadikan apa yang saya tulis ini ikhlas karena-Nya. Dengan petolongan dan kemurahan-Nya, semoga memberi manfaat buat kita dan kedua orang tua kita serta seluruh kaum muslimin, amin.