Bismillah
Mencoba..semangaaaaaaaaattttttt (jargon saya)
Kisah ini dikutip dari masa hidup ku sebelum menginjak kepala 2 di tahun ini, cita-cita seorang gadis yang berambisi ingin menjadi hafidzah.
Dengan seluruh kekuatan, fikroh, jasadiah, ruhaniah diri ini terus mencoba menjadikan mimpi itu sebuah kenyataan. Yaa mungkin bagi sebagian kalangan dari temanku sebuah kata “Mustahil” jika aku bisa menjadi seorang hafidzah.
Suatu cita-cita terbesar selama aku hidup hingga saat ini. Tidak ada kata menyerah meski mimpi itu menanggung sebuah beban kehidupan yang membuat hati tergores, but i don’t care coz all for Allah (LILLAH). Adakalanya saat hati ini semangat menghafal, terbersit kata-kata orang-orang yang menyatakan bahwa aku mustahil bisa menjadi hafidzah, saat itu pula rasanya selalu ada bisikan bahwa“adin you can do it,,remember LILLAh LILLAH LILLAH”.
Jika mengingat hal itu air mata ini selalu berjatuhan, mengingat kembali aku memang orang biasa dan bukan orang yang luar biasa dimata mereka TAPI aku ingin luar biasa di mata Sang Pencipta Alam Semesta. Sedikit demi sedikit aktifitasku yang memang menjadi rutinitasku dikampus yaa aku tinggalkan, demi mengejar dan mencapai impian yang kata orang bijak itu impian yang mulia.
Banyak pro dan kontra dalam memilih sebuah pilihan, adakalanya kita memilih A dan pihak B menjudge bahwa “kamu tidak profesional, tidak amanah dll !@#^%$#&$@&$%@%#@”, dan sebaliknya. But i dont care, yang pasti sebelumnya telah aku ultimatumkan bahwa aku akan berhenti dari ini, jika memang masih berjodoh dengan mereeka semua pasti kita akan dipertemukan lagi dalam satu naungan dakwah yang sama.
pernah terbesit dibenakku, jika aku telah menjadi hafidz apa yang akan aku lakukan selanjutnya?? Inginnya sih melanjutkan S2 diluar negeri, ingin melanjutkan dakwah, dll (dasar pemimpi tapi semua keberhasilan hidup itu berawal dari mimpi lho). Ga tau diri ini yang orangnya kekeuh(bahasa sunda)/“keras kepala” yang memang kalo ada targetan yag harus tercapai pasti harus bisa dicapai tanpa memikirkan bagaimana caranya tapi asalkan targetan itu goal :D
hahaa dasar Golongan darah O itu kaya gitu kali yaa, back to my story.. pernah aku menemukan sebuah status yang dimana status tersebut berisi “tiap juz itu ada ujiannya”, waaahh betul sekali ni statusnya.. karena memang dari tiap juz yang aku hafal pasti ada ujiannya, baik itu ujian muraja’ah (itu pastilaaaaahhh), ujian dari lingkungan (teman), akademik (bentrok sama tugas yg ga kegarap, dimarahin dosen karena kesiangan gara2 begadang, dll). Tapi semuanya nikmati saja karena hakikatnya kita diberi ujian itu karena derajat kita akan dinaikkan sama Allah.
Yang paling sulit bagi diri ini ujian hati T__T kata KH Abdullah Gymnastiar atau lebih dikenall Ustadz Aa gym saat kajian rutinan malem jum’at di masjid Daarut Tauhiid itu sungguh menyindir secara halus dan mengingatkanku bahwa “menjadi hafidzah bukan untuk pamer dll tapi ingat karena Allah, dan ujian terberat bagi anak muda itu ujian hati, anggap saja jika kalian melihat akhwat yang kalian cinta/suka itu anggap dia itu beton dan untuk akhwat jika bertemu ikhwan yang kalian suka anggap saja itu Pohon Mahoni”.. sontak semua jama’ah dalam masjid tertawa dan dengan gaya khas Aa “serius hadirin, ini bukan bercanda”, meskipun bukan bercanda tapi merode ceramah Aa gym itu ngena sampe hati :D
Back to story aaah.. yaa kalo diingat tentang kata “hafidzah” sudah deh kepala ini bisa sampe sakit bangeeeet karena memang terambisi jadi hafidzah, suatu keitika aku pernah kesal terhadap diri sendiri karena hafalan ku berguguran, gara-gara aku pernah melihat suatu film di sahabatku yang dimana isi film itu iiiiihhhhh GA SUKA BANGET AKU, yang namanya penyesalan itu memang selalu datang diakhir, kalaupun datang diawal bukan penyesalan namanya tapi penyesuaian haha :D
Semenjak itu aku mengulang lagi hafalanku yang berguguran sampe-sampe aku pernah diiqob karena memang hafalanku hilaaaaaaangg dengan seketika, itu menjadi suatu pelajaran hidup. Aku ingat pada 1 kisah dimana pada zaman dahulu ada salah satu hafidz yang saat berjalan tidak sengaja melihat aurat perempuan terbuka karena angin yang membuka kain penutup kakinya, hingga sang hafidz itu melihat aurat wanita tersebut. Saat itu pula hafalan sang Hafidz hilang dengan seketika.
Menjaga hafalan itu lebih sulit dibanding menghafalnyaaa, mungkin bagi kalian yang sering menghafal Kalam Allah pasti merasakan apa yang kita rasakan.. eh yang saya rasakan LMemang ujian bagi hafidz/ah itu sungguh luaaaaaaarrr biasaaaaaa cetar membahana badai halilintar guludug nasi uduk *eh keceplosaaaan hahaa *justkid aahh :D
Kisahku sampai disini dulu yaa.. mau muraja’ah lagi ni, doakan aku menjadi hafidzah yang sholeha ya,, menjadi hafidzah yang bisa membagakan orang tua, guru, sahabat ku di akhirat kelak aamiin, aku ingin memberikan yang terbaik bagi orang-orang yang aku sayang, baik itu dalam do’a, membantu mereka ataupun lainnya J terutama untuk orang tuaku yang telah melahirkan aku, membesarkan aku, membiayai aku, mengenalkan aku kepada dunia yang semua ini hanya panggung sandirwara, semua ini aku lakukan untuk mu Umi&Abi.. i love you :* aku ingin membrikan kalin mahkota dan jubah dan melindungi kalian di akhirat kelak, meski di dunia ini aku selalu menyusahkan kalian, kadang membuat kalian marah, kesal, karena manjaku membuat kalian kewalahan,, maafin aku ya Umi&Abi.. aku cintaa kalian, semoga kita bisa dipertemukan kembali di Syurga-Nya kelak yaa.. aamiin..
