Bismillah

Terima dengan lapang hati, ridho dengan episode yang harus dijalani, berbaiksangkalah kepada Allah niscaya akan lega hati ini (AaGym)

Senin, 22 September 2014

teduh

Allohu Akbar

Inikah indahnya sebuah iman

Manis yang aku rasakan

Sungguh saat ini aku merasakan manisnya iman

Allah.. kenapa tidak sejak dulu Engkau berikan?

Mungkin aku belum diberi rahmat dan hidayah-Nya

Belum saatnya mencicipi manisnya sebuah keimanan

Saat merasakan manisnya

Dunia ini tidak berarti untuk aku

Apa yang aku miliki aku hiraukan

Dijauhi pun bukan masalah

Karena aku memiliki-Mu Ya Rabbi

Aku memiliki-Mu

Indah rasanya, melayang rasanya

Ketenangan yang ku rasakan

Allahu Rabbi.. seindah ini-kah yang mereka rasakan

Mereka itu yakni yang Engkau rahmati, Engkau sayangi dan Engkau cintai

Allah.. aku memiliki rasa ini

Rasa yang Engkau berikan kepada hamba terpilih-Mu

Tentang sebuah rasa mengesakan-Mu

Mencintai-Mu, entah berapa cucuran air mata berjatuhan..

Sujud di atas sajadah cinta-Mu

Sujud disepertiga malam untuk-mu

Sujud atas kehendak-mu

Suka dan duka ini Engkau selalu mententramkan ku

Tak bisa ku berkata-kata tentang indahnya semua ini

Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adzim..

perjalanan menemukan cinta-Mu wahai pelindung-ku (niqab/cadar)

Bismillahirrahmanirrahiim..
foto bersama Mamah dan saudari


Bandung, 22 Septmber 2014

the journey of cadar/niqab

Hari ini saya mempunyai waktu luang dan akan saya gunakan untuk menuliskan kisah saya.. saya akan menulis cerita singkat sekali tentang hijrah saya memakai cadar yaa... sebelumnya apa kabar semuaa.. semoga Allah selalu merahmati kalian dimapapun dan kapanpun yaa dan dimudahkan segala urusan dunia dan akhiratnya.. aamiin mujibas sailin..

Sebenarnya sudah lama sekali saya tidak menulis tentang kisah saya dimanapun terutama menulis di laptop dan saya save di blog sendiri.. Alhamdulillah diingatkannya saya dengan cerita sebuah artikel tentang niqab, saya ingin berbagi kisah saya juga ketika saya mendapat hidayah memakai niqab/cadar...

Saya kuliah di kampus yang mayoritas mahasiswa/i-nya bisa dikatakan mahasiswa dan mahasiswi aktif di medan dakwah, di dukung juga oleh lingkungan kampus yang dekat dengan masjid dan ponpes yang banyak di masuki oleh mahasiswa/i juga dan saya berpikir kenapa saya menunda-nunda jika kesempatan sudah ada.. perubahan ini adalah perubahan saya secara total, dimana dunia saya juga akan berubah yaitu dari dunia gadis remaja ke dunia seorang wanita dewasa.. dan saya tidak mau melepaskan kesempatan ini.

Bagi saya perubahan ini adalah perubahan yang akan membuat saya bisa bernostalgia dengan cerita kelam saya, perubahan itu membawa saya menjadi seorang yang bisa melihat sebuah masalah itu sebagai peluang saya mendapat pahala sabanyak-banyaknya tanpa ingin saya mengeluh..

Alhamdulillah, dengan nikmat ini saya sangat bersyukur sekali. Bisa dikatakan hanya orang-orang terpilih yang hanya diberi hidayah oleh Allah.. Saya banyak mengenal akhwat-akhwat bercadar dari tahun 2011 dan dari perkenalan tersebut dibenak saya ada keinginan juga untuk bercadar tapi hanya sebuah keinginan atau kita sebut impian, ya mungkin keinginan ini tanpa saya sadari dan seiringan waktu berganti Allah kabulkan dengan dimantapkannya hati saya dan mental saya..

Awal dari saya bercadar itu karena perkenalan saya dengan ummahat bercadar di Bandung, dilanjut dengan istikharah saya.. apakah ini pilihan saya ya Allah dan apakah ini merupakan cahaya yang Engkau berikan untuk hamba agar berubah.. saya masih berpikir umur saya masih 18 tahun di tahun 2011 dan  posisi saya di keluarga masih dianggap sebagai  anak yang manja dan pasti orang tua saya menganggap saya ini terdoktrin oleh aliran sesat.. Alhamdulillah dengan seiringnya waktu selama 3 tahun ini saya bisa memposisikan diri saya, cadar saya di keluarga, di teman-teman dan di lingkungan..

Memposisikan diri ini yang membuat saya sedih dan sangat-sangat sedih, suka dukanya ini yang membuat air mata jatuh, dan bagi saya pengalaman selama saya bercadar ini-lah yang membuat saya bisa tegar menghadapi berbagai macam cobaan dan ujian.. hidup kita di dunia ini tidaklah jauh dari ujian dan cobaan..

Awal dari saya diberi hidayah ialah terbukanya jawaban shalat istikharah saya, saya dimantapkan hati saya oleh Allah ketika hari pertama saya memakai cadar berwarna biru tua, Bismillahi tawakaltu alallah laa hawla wala quwwata ila billah.. ditambah dengan support para ummahat pada awal-awal di cadar.. karena pada tahun 2011-2012 tidak pernah saya melihat akhwat bercadar disini dan Alhamdulillah akhwat bercadar/berniqab tahun sekarang ini (2014) banyak dan seolah menjamurrrrrrrr dengan berbagai model dan gaya..hehe

Saya memantapkan diri memakai cadar karena dalam 1 bulan saya bermimpi seolah pilihan saya bercadar ini inshaa Allah benar, saya bermimpi datang ke masjid yang sangat besar dan indah terlihat seperti masjid yang keseluruhannya terbuat dari kaca dan mutiara.. ketika itu saya masuk ke dalam masjid dan membawa Al-qur’an kecil dan melewati masjid hingga ke lantai paling atas dan ketika saya melihat Al-qur’an yang saya bawa ini telah menjadi Al-qur’an besar berwarna emas dan sangat bersinar, padahal ketika saya bawa al-qur’an ini saya membawa Al-qur’an berwarna perak..

Mimpi lainnya, saya diberi sebuah hijab hitam yang hijab itu dalam mimpi saya diberikan oleh seseorang yang tidak terlihat wajahnya, dia memberikan hijab syar’i ini dengan tangan kanannya, kemudian dimimpi berikutnya saya bermimpi wudhu di samping masjid... mimpi ini saya alami dalam 1 bulan dan mimpi ini seolah tidak terputus dari hari ke hari..

Dan mimpi yang paling dahsyat, spesial untuk saya ialah saya datang ke sebuah daerah yang sangat sangat sangat mashaa Allah indah sekali,, melebihi dekorasi pemandangan di film-film kartun barbie mermadia, tinker bell,  barbie fairytopia magic of the rainbow, barbie mariposa and the fairy princess, rapunze; frozen dll deh.. (maaf ya saya sebutin semua film seperti ini soalnya suka #ketawa)... Di mimpi itu saya berjalan sendiri melewati bukit hijau, bunga yang banyak dan indah, langit yang cantik gradasi orange kuning biru, daun-daun pohon berguguran berwarna pink seperti bunga sakura ditambah sungai-sungai bersih nan indah... entah mengapa pemandangan ini benar-benar membuat saya ingin kembali ke alam mimpi ;agi ketika saya sadar dan terbangun.. ketika saya berjalan melewati daerah itu saya melihat wanita-wanita yang sangaaaaaaaatttttttttt begituuuuuuu cantik meskipun mereka bercadar... mata mereka begitu indah dan jeli.... wallahi ketika saya melihat mereka, saya berdercak kagum dan berdzikir... saya melihat mereka melewati saya sambil menganggukan kepala mereka kepada saya.. barisan mereka terbelah 2 karena saya yang jalan melawan arah ditengah jalan mereka.. saya diam seketika hingga barisan mereka saat jalan habis melewati saya.. saya tidak bisa bergerak dan seolah badan saya mati melihat keanggunan mereka.. mata mereka sangatlah cantik hingga saya terbangun dari mimpi saya masih merasa tidak bisa bergerak, seluruh badan saya menggigil dan seolah tenaga saya habis karena lelah..

Mimpi yang berkelanjutan ini yang membuat saya menerima segala konsekuensi karena saya tau pilihan ini inshaa Allah tidak akan salah..

Cobaan itu tiba ketika pilihan ini telah menjadi prinsip, tantangan demi tantangan seolah datang bertubi-tubi,, tahun 2011, 2012, 2013 adalah tahun-tahun ujian utama saya dalam berhijrah memakai pakaian utama para Ummahatul mu’minin,, pada 3 tahun itu saya masih menyelang memakai cadar dan masker karena ancaman orang tua saya, saya lebih memilih taat kepada orang tua dibanding hanya karena cadar saya menjadi anak durhaka..

Alhamdulillah seiring waktu, dakwah secara lembut, ditunjang akhlak baik, buah manis itupun saya tuai.. betapa bergembiranya saya ketika tidak ada lagi larangan memakai cadar bahkan abah menganjurkan selalu memakainya dan abah saya begitu bangganya memperkenalkan gadis kecilnya telah memakai pakaian syar’i ke orang lain ... inilah dakwah paling sempurna selama saya hidup yaitu dakwah dengan lemah lembut, dikuatkan oleh doa..

Tahukah sahabat-ku fillah, diri ini hanya takut ketika orang tua berucap seolah ridho dan ikhlas namun hatinya menolak mentah-mentah, saya hanya ingin mendapat ridho Allah dan ridho orang tua dalam hidup ini... saya sebagai hamba yang hina dina hanya mengamalkan 1 hadits yang hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah “Dari Abdillan bin Umar radhiyallahu’anhuma, beliau berkata, saya pernah bersama Rasulullah SAW. Datanglah seorang lelaki dari al-anshar kemudian memberi salam kepada Nabi SAW kemudian berkata, ‘Wahai Rasulullah, mukmin  manakah yang paling afdhal? Beliau menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya”.
Inilah yang menjadi prinsip saya, yaitu akhlak.. saya tidak ingin menentang kedua orang tua, karena jasa mereka saya bisa hidup, belajar mengenal arti sebuah syukur, terlebih saya banyak belajar dari mereka meskipun keluarga saya bukanlah keluarga sempurna..

Tahun 2014 ini tahun spesial untuk saya, saya tidak pernah melepaskan penutup wajah ini kecuali melepasnya dirumah dan di depan mahram saya yaitu orang tua, adik, dan saudara/i.

Segini dulu ya saya bercerita.. jika ada waktu saya akan menulis kembali...




                                                                                                                  Adinda Siti Hapsoh
Wassalam...