Bismillahirrahmanirrahiim..
![]() |
| foto bersama Mamah dan saudari |
Bandung, 22 Septmber 2014
the journey of cadar/niqab
Hari ini saya mempunyai waktu luang dan akan saya gunakan
untuk menuliskan kisah saya.. saya akan menulis cerita singkat sekali tentang
hijrah saya memakai cadar yaa... sebelumnya apa kabar semuaa.. semoga Allah
selalu merahmati kalian dimapapun dan kapanpun yaa dan dimudahkan segala urusan
dunia dan akhiratnya.. aamiin mujibas sailin..
Sebenarnya sudah lama sekali saya tidak menulis tentang
kisah saya dimanapun terutama menulis di laptop dan saya save di blog sendiri..
Alhamdulillah diingatkannya saya dengan cerita sebuah artikel tentang niqab,
saya ingin berbagi kisah saya juga ketika saya mendapat hidayah memakai niqab/cadar...
Saya kuliah di kampus yang mayoritas mahasiswa/i-nya bisa
dikatakan mahasiswa dan mahasiswi aktif di medan dakwah, di dukung juga oleh
lingkungan kampus yang dekat dengan masjid dan ponpes yang banyak di masuki
oleh mahasiswa/i juga dan saya berpikir kenapa saya menunda-nunda jika
kesempatan sudah ada.. perubahan ini adalah perubahan saya secara total, dimana
dunia saya juga akan berubah yaitu dari dunia gadis remaja ke dunia seorang
wanita dewasa.. dan saya tidak mau melepaskan kesempatan ini.
Bagi saya perubahan ini adalah perubahan yang akan membuat
saya bisa bernostalgia dengan cerita kelam saya, perubahan itu membawa saya
menjadi seorang yang bisa melihat sebuah masalah itu sebagai peluang saya
mendapat pahala sabanyak-banyaknya tanpa ingin saya mengeluh..
Alhamdulillah, dengan nikmat ini saya sangat bersyukur
sekali. Bisa dikatakan hanya orang-orang terpilih yang hanya diberi hidayah
oleh Allah.. Saya banyak mengenal akhwat-akhwat bercadar dari tahun 2011 dan dari
perkenalan tersebut dibenak saya ada keinginan juga untuk bercadar tapi hanya
sebuah keinginan atau kita sebut impian, ya mungkin keinginan ini tanpa saya sadari dan seiringan waktu berganti Allah kabulkan dengan dimantapkannya hati saya dan mental saya..
Awal dari saya bercadar itu karena perkenalan saya dengan
ummahat bercadar di Bandung, dilanjut dengan istikharah saya.. apakah ini
pilihan saya ya Allah dan apakah ini merupakan cahaya yang Engkau berikan untuk
hamba agar berubah.. saya masih berpikir umur saya masih 18 tahun di tahun 2011
dan posisi saya di keluarga masih
dianggap sebagai anak yang manja dan
pasti orang tua saya menganggap saya ini terdoktrin oleh aliran sesat..
Alhamdulillah dengan seiringnya waktu selama 3 tahun ini saya bisa
memposisikan diri saya, cadar saya di keluarga, di teman-teman dan di lingkungan..
Memposisikan diri ini yang membuat saya sedih dan
sangat-sangat sedih, suka dukanya ini yang membuat air mata jatuh, dan bagi
saya pengalaman selama saya bercadar ini-lah yang membuat saya bisa tegar
menghadapi berbagai macam cobaan dan ujian.. hidup kita di dunia ini tidaklah
jauh dari ujian dan cobaan..
Awal dari saya diberi hidayah ialah terbukanya jawaban
shalat istikharah saya, saya dimantapkan hati saya oleh Allah ketika hari
pertama saya memakai cadar berwarna biru tua, Bismillahi tawakaltu alallah laa
hawla wala quwwata ila billah.. ditambah dengan support para ummahat pada
awal-awal di cadar.. karena pada tahun 2011-2012 tidak pernah saya melihat
akhwat bercadar disini dan Alhamdulillah akhwat bercadar/berniqab tahun
sekarang ini (2014) banyak dan seolah menjamurrrrrrrr dengan berbagai model dan gaya..hehe
Saya memantapkan diri memakai cadar karena dalam 1 bulan
saya bermimpi seolah pilihan saya bercadar ini inshaa Allah benar, saya
bermimpi datang ke masjid yang sangat besar dan indah terlihat seperti masjid
yang keseluruhannya terbuat dari kaca dan mutiara.. ketika itu saya masuk ke
dalam masjid dan membawa Al-qur’an kecil dan melewati masjid hingga ke lantai
paling atas dan ketika saya melihat Al-qur’an yang saya bawa ini telah menjadi
Al-qur’an besar berwarna emas dan sangat bersinar, padahal ketika saya bawa al-qur’an
ini saya membawa Al-qur’an berwarna perak..
Mimpi lainnya, saya diberi sebuah hijab hitam yang hijab itu
dalam mimpi saya diberikan oleh seseorang yang tidak terlihat wajahnya, dia
memberikan hijab syar’i ini dengan tangan kanannya, kemudian dimimpi berikutnya
saya bermimpi wudhu di samping masjid... mimpi ini saya alami dalam 1 bulan dan
mimpi ini seolah tidak terputus dari hari ke hari..
Dan mimpi yang paling dahsyat, spesial untuk saya ialah saya datang ke sebuah daerah yang sangat sangat sangat mashaa Allah indah sekali,, melebihi dekorasi pemandangan di film-film kartun barbie mermadia, tinker bell, barbie fairytopia magic of the rainbow, barbie mariposa and the fairy princess, rapunze; frozen dll deh.. (maaf ya saya sebutin semua film seperti ini soalnya suka #ketawa)... Di mimpi itu saya berjalan sendiri melewati bukit hijau, bunga yang banyak dan indah, langit yang cantik gradasi orange kuning biru, daun-daun pohon berguguran berwarna pink seperti bunga sakura ditambah sungai-sungai bersih nan indah... entah mengapa pemandangan ini benar-benar membuat saya ingin kembali ke alam mimpi ;agi ketika saya sadar dan terbangun.. ketika saya berjalan melewati daerah itu saya melihat wanita-wanita yang sangaaaaaaaatttttttttt begituuuuuuu cantik meskipun mereka bercadar... mata mereka begitu indah dan jeli.... wallahi ketika saya melihat mereka, saya berdercak kagum dan berdzikir... saya melihat mereka melewati saya sambil menganggukan kepala mereka kepada saya.. barisan mereka terbelah 2 karena saya yang jalan melawan arah ditengah jalan mereka.. saya diam seketika hingga barisan mereka saat jalan habis melewati saya.. saya tidak bisa bergerak dan seolah badan saya mati melihat keanggunan mereka.. mata mereka sangatlah cantik hingga saya terbangun dari mimpi saya masih merasa tidak bisa bergerak, seluruh badan saya menggigil dan seolah tenaga saya habis karena lelah..
Mimpi yang berkelanjutan ini yang membuat saya menerima segala konsekuensi karena saya tau pilihan ini inshaa Allah tidak akan salah..
Cobaan itu tiba ketika pilihan ini telah menjadi prinsip,
tantangan demi tantangan seolah datang bertubi-tubi,, tahun 2011, 2012, 2013
adalah tahun-tahun ujian utama saya dalam berhijrah memakai pakaian utama para
Ummahatul mu’minin,, pada 3 tahun itu saya masih menyelang memakai cadar dan
masker karena ancaman orang tua saya, saya lebih memilih taat kepada orang tua
dibanding hanya karena cadar saya menjadi anak durhaka..
Alhamdulillah seiring waktu, dakwah secara lembut, ditunjang
akhlak baik, buah manis itupun saya tuai.. betapa bergembiranya saya ketika
tidak ada lagi larangan memakai cadar bahkan abah menganjurkan selalu
memakainya dan abah saya begitu bangganya memperkenalkan gadis kecilnya telah
memakai pakaian syar’i ke orang lain ... inilah dakwah paling sempurna selama
saya hidup yaitu dakwah dengan lemah lembut, dikuatkan oleh doa..
Tahukah sahabat-ku fillah, diri ini hanya takut ketika orang
tua berucap seolah ridho dan ikhlas namun hatinya menolak mentah-mentah, saya
hanya ingin mendapat ridho Allah dan ridho orang tua dalam hidup ini... saya
sebagai hamba yang hina dina hanya mengamalkan 1 hadits yang hadits ini
diriwayatkan oleh Ibnu Majah “Dari Abdillan bin Umar radhiyallahu’anhuma,
beliau berkata, saya pernah bersama Rasulullah SAW. Datanglah seorang lelaki
dari al-anshar kemudian memberi salam kepada Nabi SAW kemudian berkata, ‘Wahai
Rasulullah, mukmin manakah yang paling
afdhal? Beliau menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya”.
Inilah yang menjadi prinsip saya, yaitu akhlak.. saya tidak
ingin menentang kedua orang tua, karena jasa mereka saya bisa hidup, belajar
mengenal arti sebuah syukur, terlebih saya banyak belajar dari mereka meskipun
keluarga saya bukanlah keluarga sempurna..
Tahun 2014 ini tahun spesial untuk saya, saya tidak pernah
melepaskan penutup wajah ini kecuali melepasnya dirumah dan di depan mahram
saya yaitu orang tua, adik, dan saudara/i.
Segini dulu ya saya bercerita.. jika ada waktu saya akan
menulis kembali...
Adinda Siti Hapsoh
Wassalam...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar